Senin, 28 November 2011

penelitian ku tentang susu fermentasi asli minang kabau DADIAH


Dibeberapa negara susu yang sedikit masam merupakan minuman rakyat yang sangat digemari. Banyak orang beranggapan bahwa minum susu masam menyebabkan awet muda. Dinegara-negara tersebut orang sengaja mencampurkan Lactobacillus, Streptococcus dan beberapa mikroorganisme lainnya untuk menambah rasa dan aroma (Dwijoseputro, 2003)
Aneka produk olahan susu fermentasi saat ini populer dengan bahan pangan fungsional yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia, produk olahan susu fermentasi yang banyak dikomsumsi dan beredar luas dimasyarakat misalnya yakult, yoghurt dan kefir. Di kalangan masyarakat produk olahan susu fermentasi sudah lama dikenal, masyarakat Sumatera Barat sudah lama mengenal dan mengkomsumsi produk  susu kerbau fermentasi yang disebut dadih.

 Dadih adalah yougurt dari susu kerbau yang dibuat dengan cara fermentasi alami pada suhu kamar selama 2 hari dengan kandungan  mineral Ca tinggi yang menyebabkan tegangan gumpalan tinggi (Kanisius, 2002). Saat ini dadih dikonsumsi sebagai makanan adat, disuguhkan pada acara pernikahan dan pemberian gelar datuk di daerah Sumatera Barat.(www.google.Susu Kerbau Fermentasi.com, 2010)
Dadih merupakan minuman tradisional Indonesia yang terdapat di daerah Sumatera Barat. Minuman fermentasi yg mirip yoghurt terbuat dari susu kerbau,susu kerbau yang baru diperah lansung dimasukan ke dalam tabung bambu dan di tutup dengan daun pisang, susu kerbau tersebut di fermentasi secara alami dalam suhu ruang selama 1-2 hari sehingga terbentuk gumpalan, mikroba dari bambu akan menggumpalkan susu menjadi bentuk seperti puding atau tahu putih (Surajuddin dkk, 2005).
Dadih mengandung zat gizi sebagai berikut : kadar air (84,35%), protein (5,93%), lemak (5,42%), karbohidrat (3,34%). Kadar (pH) dadih adalah 3,4. Di dalam dadih sudah berhasil diisolasi dan diidentifikasi 36 strain bakteri pembentuk asam laktat. Dadih mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang potensial sebagai probiotik. Di dalam dadih terdapat bakteri asam laktat yang berperan dalam pembentukan tekstur dan cita rasa (www.google.susu kerbau mikroba.com, 2010).
Bakteri asam laktat dan turunannya mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit seperti mencegah bakteri enterik patogen, menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, mencegah kanker usus, anti mutagen, anti karsinogenik dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, dadih diduga sebagai antivaginitis (Kanisius, 2002).
Dadih terbuat dari susu kerbau yang baru diperah lansung dimasukan kedalam tabung bambu dan di tutup dengan menggunakan daun pisang. susu kerbau tersebut di fermentasi secara alami dalam suhu ruang selama 1-2 hari sehingga terbentuk gumpalan. Mikroba dalam bambu akan menggumpalkan susu menjadi seperti puding atau tahu putih (Surajuddin dkk, 2005).
Dadih memiliki cita rasa aroma dan penampilan yang khas karena adanya percampuran antara aroma susu dan bambu dadih berasa asam dengan warna putih kekuningan dan berbentuk kental (Kanisius, 2002).
Telah dilakukan penelitian yang bersifat deskriptif sederhana, tentang hitung Angka Bakteri Aerob Pada dadih yang dijual dipasar solok, dimana hasil yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk table. Setelah penelitian dilakukan pada dadih yang dijual di pasar solok maka hasil diperoleh angka kuman tertinggi pada sampel II yaitu 980000 CFU/gr.

Menurut undang-undang no. 7 tahun 1996 keamanan pangan didefenisikan sebagai uapya suatu kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia, dan tidak boleh terdapat bakteri

                                                          ABSTRAK
HITUNG KOLONI BAKTERI AEROB PADA SAMPEL DADIH YANG DIJUAL DIPASAR SOLOK
Dadih merupakan pangan fermentasi susu kerbau secara tradisional,dalam tabung bambu, rasa masam, kental dan enak. Di era globalisasi dadih menjadi popular karena mampu mengurangi kolesterol-darah, dan menekan pertumbuhan kanker
.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri aerob pada dadih. Dimana dadih dibeli dari 3 pedagang yang ada dipasar solok.
            Telah dilakukan penelitian yang bersifat deskriptif sederhana,tentang Hitung Koloni Bakteri Aerob Pada Susu Kerbau Fermentasi yang di jual di pasaran,di laksanakan di Laboratorium Mikrobiologi RSUP.M.DJAMIL PADANG pada bulan April 2011. Sampel di dapatkan dengan cara membeli di pasaran sebanyak 3 sampel di ambil secara acak.

            Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa angka bakteri yang paling tinggi terdapat pada sampel II yaitu 980000 CFU/gr, dan angka bakteri yang paling rendah terdapat pada sampel I yaitu 60000 CFU/gr.

SEKILAS (KTI) SAYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar